RSS Feed
Tampilkan postingan dengan label Lain - Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain - Lain. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Oktober 2010

10 Tahun Lagi, Hadir Robot dengan Otak Manusia



Jakarta - Ahli robotik dari Institution of Engineering and Technology (IET) yang berpusat di Inggris, menyebutkan bahwa sepuluh tahun mendatang akan bermunculan robot dengan otak manusia, atau cyborg.

Dikatakan profesor teknologi cyborg IET Kevin Warwick, teknologi cyborg telah semakin maju, sehingga nantinya akan sampai pada satu titik dimana hadir robot setengah manusia dengan sistem kontrol biologis yang sangat canggih.

"Teknologi implan dan elektronik sudah bisa dimasukkan ke dalam jaringan tubuh manusia, sehingga mewujudkan manusia dengan dengan perangkat tambahan," kata Warwick dilansir The Inquirer dan dikutip.

Warwick menyebutkan, beberapa teknologi cyborg dasar sebenarnya sudah digunakan dalam kapasitas terbatas, salah satunya untuk membantu orang-orang dengan penyakit gangguan saraf seperti Alzheimer.

Cyborg, dikatakan Warwick, dapat membantu sebuah perusahaan meningkatkan skala produksi mereka. Selain itu, cyborg juga memungkinkan individu dapat berinteraksi dengan teknologi di sekitarnya. Misalnya, seorang pengemudi mobil nantinya bisa benar-benar merasakan dalam tubuh mereka sendiri ketika jarak mereka terlalu dekat dengan sebuah objek atau kendaraan lain.

"Dengan investasi dan aplikasi etika yang tepat, cyborg bisa menambah manfaat yang besar bagi masyarakat. Dari mulai membantu penyembuhan penyakit hingga efisiensi manufaktur," tutupnya.

sumber :dari lain

Senin, 18 Oktober 2010

Siapa yang Lebih Dominan Memberikan Nama Bayi?

img

hai dear bloggers sekalian, saya langsung lagi aja ya

Menamakan nama bayi memang gampang-gampang susah buat orangtua. Ayah dan ibu terkadang harus saling adu argumen untuk menamai bayi yang baru lahir. Siapa yang akhirnya lebih sering menamai bayi?

Survei yang dilakukan oleh Bounty Parenting Club di Inggris menemukan bahwa ibu yang biasanya paling dominan memberikan nama bayinya.

Peneliti menemukan bahwa 4 dari 10 laki-laki dipaksa mundur dan membiarkan pasangannya memilih nama untuk si buah hati. Hal ini menunjukkan bahwa kaum perempuan atau ibu memiliki suara yang lebih besar dalam memilih nama bayi yang akan dilahirkannya.

Survei ini melibatkan 3.000 pasangan orangtua dan diketahui pula bahwa sepertiga dari jumlah survei ini baru bisa menentukan nama setelah bayinya dilahirkan.

Dalam survei yang dilakukan ini juga diketahui bahwa setiap pasangan rata-rata mempersiapkan sekitar 12 nama sebelum memilih satu nama favorit untuk anaknya.

"Menentukan nama adalah salah satu pemicu perdebatan yang bisa berlangsung selama masa kehamilan atau sembilan bulan dan terkadang pasangan gagal menyepakati nama terbaik untuk anaknya hingga bayi tersebut dilahirkan," ujar Faye Mingo, juru bicara Bounty, seperti dikutip dari Telegraph.

Faye menuturkan memilih nama bayi merupakan salah satu keputusan tersulit yang harus dibuat oleh ayah dan ibunya. Hal ini karena orangtua harus memberikan suatu penilaian sebelum mengenal karakter dari anaknya.

"Beberapa faktor lain juga turut dipertimbangkan dalam memilih nama, seperti nama panggilan untuk anaknya atau apakah nama tersebut bisa masuk ke dalam keluarganya dan sebagainya. Tak mengherankan jika pemilihan nama ini akan membuat orangtua lebih sering berdiskusi atau bahkan berdebat," ungkapnya.

sumber : dari lain

Bayi Sebaiknya Jangan Diajak Jalan-jalan ke Mal

img

hello dear bloggers, ada informasi penting nih yg saya kira harus anda lihat

Di pusat-pusat perbelanjaan sering sekali terlihat pasangan yang membawa bayinya yang masih berumur beberapa bulan keliling di mal. Amankah membawa bayi ke pusat-pusat keramaian?

"Rasanya kurang bijak jika membawa bayi yang terlalu kecil ke mal, karena diketahui negara kita masih banyak terdapat penyakit yang mudah menular melalui saluran udara," ujar dr Meita Dhamayanti, SpA(K), MKes saat dihubungi detikHealth, Senin (18/10/2010).

Bayi yang masih kecil memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah alias belum terlalu kuat. Sehingga menurut dr Meita ada baiknya jika menghindarkan bayi masuk ke tempat yang ramai atau penuh dengan kerumunan orang.

Tapi sayangnya masih banyak orangtua yang belum menyadari hal ini, dengan tetap membawa bayinya jalan-jalan ke mal. Padahal mal adalah salah satu tempat yang berisi bermacam-macam orang dan juga segala jenis bakteri serta virus.

Kapan bayi boleh diajak keluar rumah?

dr Meita menuturkan jika bayinya memang tidak memiliki risiko apapun, maka orangtua bisa membawa bayinya ke tempat keramaian setelah berusia 2 bulan. Karenanya tidak salah kalau orang dulu melarang bayinya keluar rumah sebelum berusia 40 hari.

Saat bayi berusia 2 bulan, memorinya sudah ada dan juga sel-sel kekebalan tubuhnya sudah tumbuh meskipun belum optimal.

Meski pun bayi 2 bulan sudah mulai terbentuk kekebalan tubuhnya tapi menurut dr Meita jangan terlalu sering atau lama membawa bayinya jalan-jalan. Kalau terpaksa harus diajak cukup ke satu tempat saja tidak perlu berkeliling-keliling mengikuti keinginan orangtuanya.

"Kalau mau membawa bayinya ke mal, sebaiknya hanya ke satu area saja dan usahakan dari rumah sudah tahu tujuannya mau kemana. Jangan membawa bayi keliling mal atau diajak muter-muter," ungkap dokter yang menjabat sebagai Ketua Satgas Remaja IDAI (Ikatan DOkter Anak Indonesia).

Tapi jika bayinya sejak lahir memang diketahui memiliki risiko terhadap penyakit tertentu, maka usia bayi yang diperbolehkan untuk diajak keluar rumah atau berjalan-jalan akan berbeda-beda tergantung dari kondisi si bayi.

dr Meita juga menyarankan sebaiknya terdapat tempat khusus untuk bayi di dalam pusat perbelanjaan. Tapi saat ini di mal masih terbatas memiliki tempat menyusui saja. Namun diharapkan nantinya di setiap mal terdapat tempat yang memang dikhususkan untuk bayi.

"Jika ingin membawa si kecil jalan-jalan lebih baik menggunakan dorongan bayi. Kondisi ini akan membuat bayi lebih terlindungi karena bentuknya yang tertutup serta bayi juga akan merasa lebih nyaman," ujar Staf Dosen Medik Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUP/RSHS Bandung.

Untuk itu bijaklah bagi orangtua jika ingin membawa bayinya yang masih kecil berjalan-jalan. Jika memang di rumah ada orang yang menjaga, sebaiknya bayi yang masih kecil ini tidak perlu dibawa atau diajak berkeliling tempat keramaian. Ingat risiko penyakit menular yang mudah melalui saluran udara.

sumber : dari lain